Friday, 22 February 2019

Airlangga Education Expo Hari Ke-2, Stand FISIP Semakin Ramai Dikunjungi

Airlangga Education Expo Hari Ke-2, Stand FISIP Semakin Ramai Dikunjungi



Sabtu
(16/02) Suasana semakin meriah di acara Airlangga Education Expo Hari
ke-2 yang dilaksanakan di Airlangga Convention Center. FISIP yang turut
ikut serta dalam kegiatan Airlangga Education Expo kali inipun juga
semakin ramai dikunjungi oleh siswa-siswi yang ditemani oleh orang
tuanya masing-masing. Selain itu stand FISIP juga dikunjungi oleh
kalangan mahasiswa dari universitas lain yang ingin mengetahui mengenai
FISIP Universitas Airlangga. Acara pada hari kedua ini pun dibuka dengan
penampilan dari UKM paduan suara Unair

Thursday, 21 February 2019

Penyerahan Cinderamata Kepada Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Unair dari PT Jamu Iboe Jaya

Penyerahan Cinderamata Kepada Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Unair dari PT Jamu Iboe Jaya



Surabaya-Humas|
Mahasiswa ilmu komunikasi FISIP Unair dengan nama kelompok SAGARA
(Hutama Pra Raka Atmaja, Aliffianda Swandana, Dewa Made Ardi Wirayuda,
dan Vincentius Kevin Jonan)  berhasil memenangkan video kreatif
periklanan terbaik dari hasil kerjasama  PT Jamu Iboe Jaya dengan
departemen komunikasi FISIP Unair. Penyerahan cinderamata pun dilakukan
sebagai penutup bentuk kerja sama yang telah dilakukan departemen
komunikasi dengan PT. Jamu Iboe Jaya pada mata kuliah perencanaan media
dan kreatif periklanan

Monday, 4 February 2013

Self-confidence is one aspect of personality that is very important in human life. Self confident people are confident about their own abilities and have realistic expectations, even when their expectations are not realized; they stayed positive and can take it.

Definition
Self-confidence is a mental or psychological condition of a person who gives a strong confidence in him to do or perform any act. People who do not believe in themselves have a negative self-concept, lack of confidence in his ability, because it is often kept to them. Self confidence is a mental or psychological condition, which individuals can evaluate the entirety of her strong belief in giving him the ability to take action in achieving various goals in life.
People who have good self-confidence, they have positive feelings toward themselves, have strong beliefs on him and had accurate knowledge of the capabilities. People who have good self-confidence are not the only person who feels capable of (but not really afford) but is a person who knows that he can be caused by experience and calculation that he did.
Synonyms:  aplomb, inner strength, positive self-image, self-assurance
Personality traits of people with low self-confidence
When this is linked to the practice of everyday life, people who have low self-confidence or have lost confidence, tend to feel / be as below:

• Do not have anything (desires, goals, targets) which fought energetically
• Do not have a decision to step decisive
• Easily frustrated or give up when faced with a problem or difficulty
• Less motivated to go forward, laziness or half and half
• Often fails to accomplish its tasks or responsibilities
• Awkward in dealing with people
• Can not demonstrate the ability to speak and the ability to listen to a convincing
• Often have unrealistic expectations
• Too perfectionist
• Too sensitive
Help: low self-confindence
Counselling,  life coaching, and hypnotherapy are common therapies used to help improve self-confidence.

Tuesday, 18 December 2012

Red Christmas Dresses

Red Christmas Dresses

Red Christmas Dresses One color that is so synonymous with Christmas are red. This eyecatching colors can be your choice in style at the Christmas party. Choice red dress with velvet texture will certainly give the impression of luxury. No problem if you have a red-colored clothing made ​​of other materials, use only accessories look elegant on you.

Monday, 10 December 2012

Korupsi itu Memalukan, Menyontek itu Lumrah

Banyaknya kasus korupsi membuat semua masyarakat dan generasi muda geram dibuatnya. Bagaimana tidak, korupsi dinilai telah merugikan rakyat dan negara. Sulitnya memberantas korupsi tidak bisa dipisahkan dari kebiasaan sehari-hari. Sampai sejauh mana korupsi ini telah mendarah daging? fokus bukan pada generasi tua tapi justru generasi muda Bangsa Indonesia.

Menurut Falasifatul Falah, dosen Psikologi Sosial Unissula Semarang mengatakan, ada ketidakkonsistenan nilai pribadi pada generasi muda dalam menanggapi perilaku ketidakjujuran dan pelanggaran amanah.

“Saya melontarkan pertanyaan secara anonim dan tertulis pada sekitar 60 mahasiswa yang menghadiri sebuah forum akademik, untuk mengetahui bagaimana sikap mereka terhadap korupsi dan perilaku lain,” kata Falasifatul Falah, Sabtu (24/3).

Hasilnya, mayoritas mahasiswa menilai bahwa korupsi merupakan perilaku yang memalukan, namun tindakan menyuap polisi lalu lintas dan saling menyontek di saat ujian adalah perbuatan lumrah.

“Walaupun secara metodologis belum bisa digeneralisasi. Sikap mahasiswa itu merupakan potret dari ketidakkonsistenan nilai pribadi mereka. Kontradiktif karena perilaku korupsi, menyuap polisi lalu lintas, dan menyontek sama-sama merupakan manifestasi dari ketidakjujuran dan pelanggaran amanah,” jelasnya.

Falasifatul Falah menduga banyak aktivis mahasiswa yang suka berdemo tidak sepenuhnya mengharamkan perilaku menyontek saat ujian dalam kehidupan akademik.

Tidak ada yang bisa menjamin mereka saat ada kesempatan melakukan korupsi. Mengingat banyak contoh tokoh muda terkenal berani dengan idealisme, namun loyo di dalam birokrasi.

Sebuah penelitian di negara berkembang menghasilkan bahwa individu yang menganggap dirinya sebagai religius dan menilai korupsi adalah dosa, tidak bisa mengelak dari perilaku dosa tersebut. Individu ini melakukan konformitas, mengalah pada pengaruh sosial dan menyesuaikan diri dengan lingkungan.

“Kebiasaan berjamaah harus dibuang jauh-jauh bila itu menyangkut hal negatif seperti korupsi atau menyontek jawaban ujian,” tutur Falasifatul Falah.

Pendidikan karakter merupakan salah satu solusi yang bisa meredam budaya korupsi sejak masa anak-anak hingga dewasa kelak. Individu yang mampu membongkar budaya korupsi adalah memulai dari diri sendiri. (sm/mba) (psikologizone)

Membangun Kebahagiaan di Tempat Kerja

Cara Membangun Kebahagiaan di Tempat Kerja.

Banyak dari kita memiliki pekerjaan untuk mencari nafkah. Bila Anda bekerja setelah lulus kuliah di usia 20-an tahun, kemudian pensiun di usia 60 tahun, dan Anda memiliki umur 70 – 80 tahun, berarti Anda bekerja selama 40-an tahun, itu hampir 50% dari hidup Anda. Jelas bahwa kualitas pengalaman kerja Anda dapat mempengaruhi keseluruhan kesejahteraan hidup Anda.

Anda mungkin pernah mendengar dari anggota keluarga, teman, atau bahkan orang lain yang merasa tertekan dalam pekerjaan dan memutuskan mencari pekerjaan lain. Kenyataanya, pekerjaan baru tidak dapat menjamin Anda untuk menjalani kehidupan kerja yang lebih bahagia. Apakah ada sesuatu yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan kebahagiaan kita di tempat kerja?

Lyubomirsky, Sheldon, dan Schkade dalam jurnal Review of General Psychology. Faktor genetik menyumbang 50% dalam kebahagiaan Anda. 10% disumbangkan oleh keadaan di sekitar Anda. Sedangkan 40% sisanya ditentukan oleh diri Anda sendiri. Bila diibaratkan, mencari kebahagiaan di tempat kerja adalah sama dengan lukisan minyak:

Memiliki bakat bawaan dalam seni adalah faktor genetik yang menyumbang 50% kebahagiaan Anda.
Anda mungkin secara kebetulan, mendapatkan cat minyak, kanvas, dan satu cat kuas yang berbeda kualitasnya dengan apa yang dimiliki orang lain. Bila anda memiliki kualitas yang baik, itu hanya menyumbang 10% dari kebahagiaan dalam hidup Anda.

Terlepas dari dua kondisi sebelumnya, Anda masih bisa menghasilkan berbagai macam bentuk lukisan. Anda bisa meyakinkan diri belajar pada orang yang ahli untuk menghasilkan lukisan yang indah. Ini merupakan tindakan yang ditentukan oleh diri Anda sendiri untuk memberikan sumbangan 40% kebahagiaan dalam hidup Anda.

Tips untuk Mewarnai Kehidupan Kerja Anda Menjadi Bahagia

Anda mungkin berpendapat bahwa Anda bukanlah seorang atasan, jadi bagaimana Anda bisa menambahkan elemen-rangsangan kebahagiaan di tempat kerja? Dikutip dari Positive Psychology News (28/9/11), berikut adalah beberapa tips yang mungkin berguna:

Sampaikan terima kasih kepada rekan kerja Anda: Sebuah ucapan terima kasih akan menunjukkan penghargaan anda pada rekan kerja. Bila Anda bertanggung jawab atas hubungan staf Anda, maka membuat sebuah program terima kasih akan meningkatkan kesejahteraan dan memunculkan emosi positif diantara mereka.

Kita mungkin mengucapkan terimakasih dalam sebuah catatan kecil dan diberikan pada mereka. Misalnya, “Saya ucapkan terima kasih pada Anda yang telah memberikan saya informasi yang berguna untuk menyelesaikan proyek tersebut”, “Terima kasih telah membantu saya untuk menyelesaikan proyek selama saya sakit” dan “Terima kasih untuk mendengarkan kata-kata saya dan segala bentuk canda untuk menghibur saya”.

Bila perusahaan Anda tidak memiliki program terima kasih, Anda bisa mengirimkannya melalui email atau mengirim catatan terima kasih pada mereka secara langsung. Anda akan dapat menumbuhkan sikap syukur dan meningkatkan kebahagiaan Anda di tempat kerja bersama rekan kerja Anda.

Menemukan keunggulan dalam diri Anda: Dalam buku Character strengths and virtues: A handbook and classification oleh Peterson dan Seligman, ada klasifikasi kekuatan dan kebajikan yang memungkinkan manusia untuk berkembang melalui kajian Psikologi Positif. Terdapat 6 kategori kebajikan manusia: kebijaksanaan, keberanian, kemanusiaan, keadilan, kesederhanaan, dan transendensi. Anda perlu untuk menentukan pada area mana karakter diri Anda berada.

Bila kekuatan karakter Anda adalah Kebaikan, Anda mungkin bisa bergabung dengan organisasi sosial. Jika Anda tidak menemukan ada organisasi sosial, Anda dapat meminta rekan-rekan Anda untuk melakukan pelayanan sosial bersama-sama. Tindakan ini bisa memberi Anda kesempatan untuk menunjukkan kekuatan karakter Anda di tempat kerja Anda dan mungkin meningkatkan tingkat kebahagiaan Anda di tempat kerja.

Mengembangkan hubungan sosial di tempat kerja: Diener dan Seligman dalam jurnal Psychological Science menemukan bahwa hubungan sosial yang baik membentuk sebuah kondisi yang diperlukan untuk mencapai kebahagiaan. Anda menghabiskan waktu sekitar 8 jam per hari dengan rekan-rekan kerja. Ini dapat dijadikan momentum untuk menjalin hubungan sosial dengan mereka dan meningkatkan kebahagiaan di tempat kerja. Anda bisa melakukan sapaan selamat pagi atau bahkan menyapa rekan kerja Anda saat bertemu di lorong. Interaksi singkat sebenarnya memicu sentuhan kebahagiaan dan manfaat yang terkandung di dalamnya.